Jadi gini ceritanya. Pagi tadi (Rabu, 17 Juni 2026), lo yang bangun pagi buat nonton Piala Dunia pasti udah tau: Lionel Messi bikin hattrick pas Argentina gasak Aljazair 3-0 di laga perdana Grup J. Juara bertahan langsung nunjukin taringnya.
Tapi yang bikin rame bukan cuma hattricknya. Yang bikin netizen Indonesia — dan dunia — rame itu adalah satu momen kontroversial di menit ke-31 yang bikin semua orang nanya: "Kok bisa sih dia lolos?"
1. Kronologi: Argentina vs Aljazair 3-0
Argentina turun sebagai juara bertahan. Lawannya Aljazair, yang emang bukan tim sembarangan tapi tetap diunggulkan kalah. Dan emang bener — Messi dkk. langsung tampil dominan dari awal.
Tiga gol Messi tercipta di babak pertama dan kedua. Semua gol berkelas, semua gol bikin stadion heboh. Tapi sebelum gol-gol itu tercipta, ada insiden yang justru lebih banyak dibahas di medsos.
2. Messi Samai Rekor Klose — 16 Gol Sepanjang Masa
| Pencapaian | Detail |
|---|---|
| Total Gol Piala Dunia | 16 gol (samai Miroslav Klose) |
| Jumlah Edisi Piala Dunia | 6 edisi (rekor baru — pemain pertama!) |
| Skor Akhir | Argentina 3-0 Aljazair |
| Grup | Grup J, Piala Dunia 2026 |
Dengan hattrick ini, Messi resmi menyamai rekor Miroslav Klose sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol. Klose butuh 24 pertandingan buat kumpulin angka itu. Messi? Lebih efisien.
Yang lebih gila lagi: Messi jadi pemain pertama dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia. Dari 2006 sampai 2026. Dua puluh tahun. Lo bayangin, waktu Messi debut di Piala Dunia pertamanya, banyak Gen Z sekarang belum lahir.
3. Kontroversi: Tekel Berbahaya yang Lolos Kartu Merah
Nah ini dia yang bikin timeline Twitter/X Indonesia panas.
Di menit ke-31, Messi mencoba merebut bola dari kaki bek Aljazair, Aissa Mandi. Dari belakang. Kaki kiri Messi naik terlalu tinggi dan mengenai betis belakang Mandi. Sang bek langsung kesakitan.
Di tayangan ulang? Jelas banget. Kaki Messi terlalu tinggi. Itu tekel berbahaya — tipe pelanggaran yang biasanya berujung kartu kuning minimal, atau bahkan kartu merah kalau wasitnya tegas.
Tapi apa yang terjadi?
Wasit Szymon Marciniak cuma kasih pelanggaran biasa. Gak ada kartu kuning. Gak ada kartu merah. Dan yang paling bikin heran — VAR juga diam.
Gak ada review. Gak ada panggilan ke monitor wasit. Nothing. Seolah-olah insiden itu gak pernah terjadi.
4. Reaksi Netizen Indonesia: Dari Kaget sampai Ngakak
Lo tau sendiri lah netizen Indonesia kalau udah bahas bola. Komentarnya campur aduk antara keseriusan dan shitposting:
"Messi itu emang beda level. Orang lain tekel gitu udah kartu merah, dia malah lanjut bikin hattrick. Script FIFA banget 💀"
"Wasitnya kayanya ngefans Messi deh. Tekel setinggi itu cuma pelanggaran biasa? Gue aja yang main futsal kalau tekel gitu diusir lapangan."
Di trending Twitter Indonesia, "Messi" langsung nempel di posisi atas bareng "Klose", "Argentina", dan "#FIFAWorldCup". Bahkan "Ronaldo" ikut trending — entah karena fans CR7 pada nyerang atau emang lagi bahas pertandingan lain.
5. Kenapa VAR Gak Ngapa-ngapain?
Ini pertanyaan jutaan dolar.
VAR (Video Assistant Referee) seharusnya bisa intervensi kalau ada keputusan yang "clear and obvious error" dari wasit. Tekel Messi terhadap Mandi di menit ke-31 itu, di tayangan ulang, jelas banget kaki Messi naik tinggi dan mengenai betis lawan.
Tapi VAR punya batasan: mereka cuma intervensi kalau yakin 100% itu kartu merah. Kalau masih "gray area" — apakah kontaknya cukup keras? Apakah Messi sengaja? — VAR biasanya ngasih keputusan ke wasit utama.
Dan wasit Marciniak udah bikin keputusan: pelanggaran biasa. Titik.
Apakah ini adil? Menurut banyak orang enggak. Tapi emang begitulah sepakbola — kadang keputusan wasit menguntungkan bintang besar. Bukan cuma Messi, ini udah terjadi berkali-kali sepanjang sejarah.
Jadi kalau lo nanya "Messi emang sehebat itu?" — jawabannya iya. 38 tahun, hattrick di Piala Dunia, samai rekor sepanjang masa. Tapi kalau lo nanya "apakah dia kebal kartu merah?" — well, menurut bukti tadi, kayaknya iya sih. 😏
Update nonton terus perkembangan Piala Dunia 2026 di screensyit.id!
.webp)